16 Oktober 2018
Kalau ada yg harus di syukuri dari "kehilangan" ini. Setidaknya dia
pergi disaat akan melaksanakan apa yang menjadi kebiasaannya selama
bertahun tahun.
Iyaaa..bertahun tahun selama menjadi istrinya aku menyaksikan
sendiri dia tidak pernah meninggalkan shalat malamnya. Dan menjadi
rutinitasnya untuk bangun jam 3 atau setengah 3 malam. Kemudian dia akan mandi, sedingin apapun
udara dia tetap akan mandi.
Membuat kopi, kemudian shalat tahajud.
Setelah shalat dia akan duduk di teras minum kopi sambil menunggu waktu
subuh. Begitu terus kebiasaannya, baik saat di Magelang atau di Nganjuk.
Dan kalau dia sedang ada acara hingga jam 1 atau jam 2 malam. Biasanya dia akan
menunda tidurnya, melekan menunggu jam 3 untuk shalat malam kemudian
shalat subuh baru setelah itu tidur sampai jam 7 pagi.
Kebiasaan bangun malam serta shalat tahajud yang istrimu ini belum bisa mengikuti sebaik dirimu...
Dan hari itu dini hari di Nganjuk...
Seperti biasa dia lakukan rutinitasnya bangun sekitar jam setengah 3 malam. Sudah mandi, sudah berwudhu untuk shalat. Sesaat setelah itu dengan tiba tiba dia jatuh tak sadarkan diri dan Allah langsung mengambil dirinya...
Begitu mendadak kejadian itu yang bahkan tanpa didahului sakit atau apapun.
Mungkin
inilah yg membuatku sedikit teramat lega. Inshaallah Husnul Khotimah njenengan Mas. Pergimu disaat akan melaksanakan ibadah bahkan tubuhmu sudah suci dengan air wudhu.
Bukan seperti yang orang orang
itu katakan, mereka yang membencimu yang mengatakan hal buruk tentang kepergianmu.
Terlepas dari semua kekurangan kekuranganmu yang mungkin kadang belum bisa aku
terima. Aku bersaksi Mas njenengan SUAMI yang BAIK, begitu sabar
MasyaAllah.
Sangat sangat sabar dengan segala polah istrimu ini.
Selalu memaafkan apapun kesalahan yang istrimu ini lakukan. Yang tidak pernah menuntut banyak hal dari istrimu.
Yang sering bilang kalau njenengan bahagia bersamaku, ingin bersamaku menua denganku meskipun teramat sering aku menyakiti hatimu.
Maaf....maaf..maaf Mas....maafkan istrimu
Semoga saat meninggalmu njenengan sudah ridho denganku, sudah memaafkan segala kesalahanku.